Aku
tak ingin membiarkan orang lain mengisi hatimu, membiarkan perempuan
lain mengganti posisiku di ruang pikirmu. Karena yang kuinginkan hanya
aku yang dijadikan tempat pertama olehmu. Ingatlah rasa-rasa pertama
kali saat kamu mulai menjatuhkan hati. Indah bukan? Ayo sayang jatuh
cinta lagi, tanpa perlu harus saling menyakiti. Aku akan jadi
perempuanmu, berjuang lagi dan sebisaku takkan melepaskan yang terbaik
yang kupunya.
Because without you, everything will be different..!
Sabtu, 29 Maret 2014
Minggu, 09 Maret 2014
Ratusan
hari sudah kita lewati. Tidak ada yang terlalu lama, atau pun
terburu-buru. Seharusnya seperti itu kan? Seimbang. Ratusan hari sudah
kita jalani. Tepat di detik pertama kamu menemukanku, skenario Tuhan
mulai bekerja dengan luar biasa. Tepat di detik pertama kamu mengetahui
namaku, seolah-olah ada sebuah ijin yang kukantongi untuk mengenalmu
lebih jauh. Tepat di detik pertama percakapan kita
tercipta, ada alur lincah yang menari untuk membuat kita tetap terjaga
dalam kata. Tepat di detik pertama, kamu memulai segalanya. Tepat di
detik pertama, ada rahasia manis milik dunia yang tak pernah bisa
diterka oleh kepala. Ratusan hari sudah berlalu dari pandangan, namun
doa-doa masih terus dipanjatkan untuk sebuah kebahagiaan di masa depan.
Ratusan hari sudah pergi dari lintasan, hingga akhirnya aku bersyukur
kalau kita telah dipertemukan. Ratusan hari pernah kita cicipi. Dan
kini, dengan mudah kamu menciptakan rona pada pipi, dengan mudah kita
melupa tentang hal-hal pahit yang sempat meretakkan hati, yang pernah
hadir lewat spion masa lalu. Ratusan hari sudah kita tapaki, namun masih
ada ketidakpastian tentang isi hati. Tentang bagaimana perasaan kita
sebenar-benarnya. Satu yang aku tahu, kita adalah racikan sederhana yang
telah Tuhan rencanakan... Permulaan itu kugarisbawahi dengan tebal.
Pertemuan itu kucatat berulang-ulang. Ada sesuatu yang belum kumiliki,
sudah kusyukuri, namun enggan kulepaskan. Entah kapan, sejarah kita bisa
dideklarasikan di depan seisi dunia.. Entah kapan, aku bisa dengan
lantang mengutarakan bahwa kamulah satu-satunya. Bahwa kamulah yang aku
cinta. Bahwa segala sesuatunya terasa luar biasa, sesederhana ketika
kamu ada. Namun, sejak bertemu denganmu pemikiranku berubah seratus
delapan puluh derajat. Ada hati yang semakin dewasa, semakin mengerti,
semakin paham untuk mengolah cinta. Ada hati yang lebih tegar, lebih
mempercayai bahwa Tuhan lebih ahli merencanakan segala sesuatunya., Ada
hati yang libur panjang untuk bersedih dan ada hati yang sudah tak
pernah ingin kawatir terhadap apapun. Karena ia percaya, segalanya akan
baik-baik saja.Aku bermimpi memiliki satu hari yang tak pernah habis
kunikmati bersamamu. ,Satu hari yang tak pernah selesai. Satu hari yang
mengandeng hari-hari lain untuk mengikat kita dalam doa. Menjaga kita
dari kecewa. Menghindarkan kita dari luka. Satu hari yang membebaskan
segala rasa takut. Karena bersamamu, itulah inginku. Mulailah terus
mengirimkan bahagia, ciptakanlah hal-hal manis agar kepalaku tak bosan
mengingatnya. Mulailah jadi yang pertama melakukan segalanya untukku dan
yang terakhir yang takkan melepaskanku. Mulailah segalanya tanpa sebuah
akhir. Mulailah di waktu yang tepat, di detik yang Tuhan ijinkan. Aku
akan menunggu, jikalau kamu memperbolehkannya. Aku memelukmu dalam doa.
Selasa, 04 Maret 2014
Cinta
adalah teka-teki. Dan perjalanan hati, tidak ada yang pernah bisa
memprediksi. Tidak ada yang ahli, karena cinta bisa membuat siapapun
jatuh berulang kali. Esok hari, masih terlalu rahasia untuk dicicipi.
Janji seolah ikatan yang tak abadi, karena siapapun bisa lupa, bisa
lalai tak menjaga, pun tak mampu lagi untuk menepati. Janji seolah
ketakutan bagi mereka yang tak berani
mempertahankan sampai akhir. Hanya ada hati yang perlu dilatih lebih
kuat, lebih berhati-hati, lebih menjaga yang dicintainya. Aku
mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Bahkan hatiku lebih dulu memilihmu,
sebelum kamu mengutarakan rasa. Mungkin sebelum perjumpaan kita, Tuhan
sudah merencanakan agar kita saling mencinta. Itu adalah salah satu
rahasiaNya, yang tak pernah bisa diukur dengan logika. Mungkin aku tak
sering mengucapkan kalimat ini. Tapi kali ini ingin kubisikan lewat
seracik aksara dalam status yang entah kapan akan kau baca. Aku
mencintaimu dan semoga akan selalu begitu. Karena sungguh aku tak bisa
mengintip hari esok. Ada batas yang terlalu jauh, yang tak bisa kita
tempuh. Ketahuilah hal itu. Karena jika suatu hari lahir sebuah
pertengkaran diantara kita, aku tak ingin ada rasa yang tersapu. Karena
jika suatu hari kamu memalingkan wajahmu dariku, tolong jangan sangkal
hatimu. Utarakan saja, keluarkan saja sesak yang menyangga hatimu, tapi
jangan pergi. Jika suatu hari ada kekecewaan yang tiba-tiba mendatangi,
janganlah malu untuk mengirimkan maaf terlebih dahulu. Dan jika suatu
hari ada salah satu dari kita yang tak mampu mencegah luka, janganlah
memilih untuk berpisah jalan. Ingatlah perjumpaan kita, perjalanan cinta
dan rasa yang masih ada. Kamu butuh menyendiri, tapi tidak dengan
melepasku pergi. Kamu butuh menyembuhkan hati, tapi ijinkanlah aku yang
mengobati. Jangan ijinkan gengsi untuk menghuni hati, karena aku takut
ia yang akan mengusirku dari kediamanmu. Aku mencintaimu, jangan terlalu
lama membisu. Cepat peluk aku..!!
Langganan:
Postingan (Atom)
Sleeping is so hard when i can't stop thinking about you